Ortu Siswa Lapor ke Diknas, Lantaran Tak diterima Sekolah Negeri

KASONGAN_Katingan FM, Orang tua siswa SMP V Kecamatan Katingan Hilir Hanafi, telah menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Katingan, tentang kasus yang terjadi menimpa anaknya. Konon, terjadi kekeliruan dalam perhitungan nilai kelulusan. Akibat perbedaan penafsiran terhadap cara menghitung Nilai Ujian Nasional (UAN) dan Nilai Ujian Sekolah (UAS).

Hanafi memaparkan, kesalahan terjadi bukan saja menimpa anaknya, tetapi  terjadi pula terhadap siswa lainnya. “Kesalahan tersebut sebenarnya terjadi bukan milik anak saya saja tapi juga ada beberapa siswa lainnya,” ungkapnya kepada Katingan FM, Kamis (11/7) kemarin, di Kasongan.

Menurutnya, di dalam SK kelulusan yang diberikan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri V tertera beberapa bidang studi/mata pelajaran lengkap dengan nilai masing-masing studi misalnya, bidang studi Matematika dengan Nilai Ujian Sekolah (NUS) sekitar 7,34. Sedangkan Nilai Ujian Nasional (NUN) sekitar 3,25. Jika NUS + NUN = 10,59 : 2 = 5,3 tapi di dalam SK kelulusan tersebut nilai akhirnya ternyata hanya sekitar 4,9 saja. Begitu pula dengan nilai akhir di bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Lantaran perhitungan nilai akhir itulah anak saya tidak diterima di salah satu sekolah, padahal nilai rata-ratanya sekitar 5,8.

Atas kesalahan menjumlahkan nilai akhir di SK kelulusan tersebut dalam pengakuannya dia pernah menanyakan kepada pihak sekolah, jawaban salah seorang guru di sekolah tersebut menyatakan sudah benar semua nilai yang tertera di SK kelulusan tersebut. “Sebab, yang memberikan nilai akhir di dalam SK kelulusan tersebut adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Hanafi, menirukan jawaban dari salah seorang guru tempat anaknya bersekolah di SMP negeri tersebut.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Katingan Drs. Jahriansyah melalui Kasi SMP, Hamlin, S.Pd ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, menurutnya  hal itu, hanya salah tafsir. Sehingga nilai akhir yang diperhitungkan, di dalam SK kelulusan tersebut tidak sesuai. Berdasarkan rumusan, untuk menentukan nilai akhir kelulusan tersebut bukan NUS + NUN : 2, tapi untuk membagi dari hasil NUS + NUN itu ada rumusnya. Contohnya, bidang studi mate-matika NUS = 7,34, NUN = 3,25. Kemudian, kenapa Nilai Akhirnya hanya 4,9 saja, bukan 5,8 ?. “Untuk membuktikan nilai akhirnya yang hanya 4,9 itu caranya harus menggunakan rumus yang telah dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP),” kata Hamlin, seraya mencontohkan perhitungannya, NUS = (7,34 x 40 % )= 2,936 + (NUN = 3,25 x 60 %) = 1,95 = 4,886 atau dibulatkan menjadi 4,9. “Jadi, kalau menggunakan rumus BSNP maka nilai akhir studi Matematika di SK kelulusannya benar 4,9, tapi kalau hanya dibagi dua, tanpa rumus maka nilai akhirnya pasti tidak sama,” tandas Hamlin. (Dar)

Add comment

Security code
Refresh